Tingkatkan Literasi Finansial Generasi Muda, Pegadaian dan UMMA Gelar “Pegadaian Mengajar 2026”
Universitas Muslim Maros (UMMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis di luar akademik. Bekerja sama dengan PT Pegadaian, UMMA sukses menggelar kegiatan bertajuk “Pegadaian Mengajar: Edukasi dan Literasi Keuangan Tahun 2026” pada Senin, 20 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Indrus Nurdin, Kampus 2 UMMA tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa yang antusias mengikuti materi terkait pengelolaan keuangan dan pemahaman produk jasa keuangan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor 1 UMMA, Dr. Muhammad Nurjaya, S.Sos., M.Si., yang secara resmi membuka acara. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
“Kegiatan ini adalah langkah strategis agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan finansial. Kami sangat mengapresiasi kehadiran PT Pegadaian yang telah berbagi ilmu praktis kepada mahasiswa kami,” ujar Dr. Muhammad Nurjaya.
Sebagai narasumber utama, Kepala Unit PT Pegadaian Cabang Maros, Ibu Nurilawati Fadillah, memaparkan berbagai materi edukatif, mulai dari manajemen keuangan pribadi, pentingnya menabung, hingga pengenalan produk-produk jasa keuangan yang aman dan legal dari Pegadaian.
Dalam pemaparannya, Ibu Nurilawati memberikan perhatian khusus pada edukasi investasi bagi kaum muda, yakni melalui program Tabungan Emas. Ia menjelaskan bahwa investasi emas kini sangat mudah dijangkau oleh kalangan mahasiswa, karena dapat dimulai dengan nominal yang sangat ringan dan fleksibel.
“Investasi emas adalah langkah cerdas bagi generasi muda karena nilainya yang cenderung stabil dan aman sebagai dana cadangan di masa depan. Di Pegadaian, mahasiswa tidak perlu modal besar untuk mulai berinvestasi; mereka bisa mencicil atau menabung emas mulai dari nominal yang sangat terjangkau,” jelas Nurilawati.
Ia menekankan bahwa mahasiswa harus mulai mengubah pola pikir dari konsumtif menjadi produktif. “Mahasiswa adalah agen perubahan. Melalui edukasi ini, kami berharap mereka dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan, termasuk mulai mengenal investasi emas sebagai instrumen perlindungan nilai aset sejak dini,” tambahnya.
Kegiatan “Pegadaian Mengajar 2026” ini berlangsung interaktif, di mana mahasiswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung mengenai tren ekonomi terkini dan solusi keuangan yang ditawarkan oleh Pegadaian. Sinergi antara dunia pendidikan dan industri seperti ini diharapkan menjadi agenda rutin yang dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Kabupaten Maros.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang dinamis serta pemberian apresiasi bagi mahasiswa yang aktif dalam diskusi, menandai berakhirnya kegiatan edukasi yang inspiratif tersebut.
