Mengubah Sampah Jadi Energi: Mahasiswa UMMA Gali Ilmu Bioremediasi di RDF Plant Pangkep
Sebanyak 13 mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (FAPERTAHUT) Universitas Muslim Maros (UMMA) melakukan aksi turun lapangan yang seru. Bukan ke perkebunan biasa, kali ini mereka menyambangi RDF Plant Badriah di Kabupaten Pangkep pada Selasa, 12 Mei 2026.
Kunjungan lapangan (field study) ini merupakan bagian dari mata kuliah Bioremediasi. Tujuannya jelas: melihat langsung bagaimana teknologi modern mampu menyulap masalah lingkungan menjadi berkah ekonomi.
Langkah edukatif ini mendapat lampu hijau dan dukungan penuh dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pangkep, Lukman Murtala, S.Sos., M.M., beserta jajarannya.
Mengintip Dapur RDF: Dari Bau Jadi Bahan Bakar
Di lokasi, para mahasiswa menyaksikan sendiri bagaimana gunungan sampah yang kerap dianggap tidak bernilai, disulap menjadi bahan bakar alternatif bernilai tinggi melalui sistem Refuse Derived Fuel (RDF). Program keren ini merupakan hasil kolaborasi apik antara RDF Plant Badriah dan PT Semen Tonasa, yang kini menjadi salah satu pilar inovasi hijau di Sulawesi Selatan.
Dipandu oleh Adam, S.T., mahasiswa diajak membedah prosesnya selangkah demi selangkah:
- Penerimaan Sampah: Proses awal penyortiran limbah domestik.
- Sentuhan Bioremediasi: Penggunaan bioaktivator khusus untuk meredam bau tak sedap secara instan.
- Pengeringan & Penggilingan: Sampah dikeringkan hingga kadar airnya menyusut, lalu digiling menjadi serpihan siap bakar.
- Produk Akhir: Menghasilkan produk RDF yang siap menyuplai kebutuhan energi industri.
Diskusi Hangat di Tengah Pabrik
Suasana kunjungan berlangsung sangat interaktif. Rasa penasaran yang tinggi membuat para mahasiswa aktif berdiskusi dan mengamati setiap detail mesin yang beroperasi.
Aksi mahasiswa ini pun menuai apresiasi dari Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Pangkep, H. Muhammad Anir, S.P., M.M., yang turut hadir di lokasi. Ia menantang generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam isu lingkungan.
“Pengelolaan sampah tidak lagi hanya soal membuang, tetapi bagaimana mengubahnya menjadi sesuatu yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi,” tegas H. Muhammad Anir di hadapan para mahasiswa.
Menghubungkan Teori dan Realita
Dosen pembimbing sekaligus pengampu mata kuliah Bioremediasi, Dr. Ir. Bibiana Rini Widiati Giono, M.P., menjelaskan bahwa kuliah lapangan ini penting agar mahasiswa tidak hanya jago berteori di dalam kelas.
“Kami berharap agar mahasiswa mampu memahami penerapan konsep bioremediasi secara nyata, sekaligus melihat langsung praktik pengelolaan lingkungan berkelanjutan di lapangan,” ungkap Dr. Rini, yang juga menjabat sebagai Koordinator Mata Kuliah Umum (MKU) UMMA.
Lewat field study ini, para calon sarjana agroteknologi UMMA pulang membawa perspektif baru: bahwa dengan inovasi, kolaborasi, dan kesadaran lingkungan yang kuat, tumpukan sampah pun bisa bertransformasi menjadi peluang emas yang berkelanjutan.
