LPPM UMMA Gelar Pelatihan Penyusunan Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Maros, 11 Agustus 2026 – LPPM Universitas Muslim Maros menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Selasa (11/08/2026) di Ruang Rapat Gedung Idrus Nurdin, Kampus II UMMA. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini secara khusus diperuntukkan bagi dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMMA sebagai pembuka rangkaian pelatihan penyusunan hibah yang akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh fakultas. Setelah pelaksanaan di FEB, kegiatan serupa dijadwalkan akan dilaksanakan bagi dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan (Fapertahut).
Pemilihan FEB sebagai fakultas pertama dalam pelaksanaan pelatihan merupakan bagian dari strategi pembinaan LPPM UMMA untuk memperkuat budaya penelitian dan meningkatkan partisipasi dosen dalam kompetisi hibah penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Berdasarkan evaluasi kinerja penelitian beberapa tahun terakhir, minat dosen FEB dalam mengajukan proposal hibah masih perlu terus didorong agar dapat berkembang secara lebih optimal dan sejajar dengan fakultas lainnya. Melalui pendampingan yang lebih intensif sejak awal, diharapkan semangat dan produktivitas riset dosen FEB dapat meningkat secara berkelanjutan.
Pelatihan ini merupakan salah satu program strategis LPPM UMMA dalam mendukung peningkatan mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, para dosen dibekali pemahaman mengenai penyusunan proposal yang sesuai dengan ketentuan skema pendanaan nasional, sehingga mampu meningkatkan peluang memperoleh hibah penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
Untuk memperkuat materi yang disampaikan, LPPM UMMA menghadirkan Dr. Hasmin, S.E., M.Si., Ketua Thematic Research Group: Blue Economics Universitas Hasanuddin, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai aspek penting dalam penyusunan proposal hibah, mulai dari identifikasi permasalahan, penyusunan unsur kebaruan (novelty), perumusan tujuan dan luaran penelitian, penyusunan metode yang tepat, hingga strategi menyusun proposal yang sesuai dengan indikator penilaian pada berbagai skema hibah nasional. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hasmin menegaskan bahwa keberhasilan memperoleh pendanaan hibah tidak semata-mata ditentukan oleh kualitas ide penelitian, tetapi juga oleh kemampuan peneliti dalam menyusun proposal yang sistematis, memiliki kebaruan yang jelas, serta menunjukkan manfaat yang nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian permasalahan di masyarakat.
Melalui pelatihan ini, LPPM UMMA berharap para dosen semakin siap menghadapi kompetisi hibah yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi maupun lembaga pendanaan lainnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen LPPM UMMA dalam membangun budaya riset yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui pelaksanaan pelatihan secara bertahap di seluruh fakultas, LPPM UMMA berharap tercipta pemerataan kapasitas dosen dalam menyusun proposal hibah, sehingga semakin banyak peneliti UMMA yang mampu berkompetisi pada tingkat nasional.
