Program PKM: Dosen FEB UMMA Latih Kelompok Petani Aren Bonto Manurung Maros Kelola Keuangan Usaha dan Pemasaran Digital
MAROS, 29 JUNI 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muslim Maros (UMMA) mengambil langkah nyata dalam mendorong roda perekonomian perdesaan di Kabupaten Maros. Melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dosen FEB UMMA menggelar pelatihan intensif bagi kelompok pengelola gula aren di Gedung Industri Sentra Gula Aren Tompobulu, Desa Bonto Manurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/6/2026).
Kegiatan strategis ini mengusung tema “ Peningkatan Nilai Ekonomi Melalui Marketing dan Pengelolaan Keuangan Kelompok Pengelola Gula Aren pada Desa Bonto Manurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan”. Program ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan tata kelola keuangan dan keterbatasan jangkauan pasar yang selama ini dihadapi oleh para pengrajin gula aren lokal.
Dua Dosen FEB UMMA dihadirkan langsung sebagai narasumber utama untuk memberikan materi yang aplikatif.
Pada sesi pertama, Ibu Dr. Sarnawiah, S.E., M.Si. mengupas tuntas mengenai manajemen keuangan usaha mikro, khususnya terkait teknik perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan pencatatan keuangan sederhana. Menurutnya, akurasi dalam menghitung HPP adalah fondasi penting agar kelompok usaha dapat menentukan harga jual yang ideal, mengukur keuntungan bersih, dan menghindari risiko kerugian modal, pentingnya mengetahui perhitungan HPP dan harga jual agar pelaku usah dapat mengetahui keuntungan yang akan mereka dapatkan
Sesi kedua dilanjutkan oleh Bapak Bohari, S.E., M.M. yang membawakan materi bertajuk “Strategi Pemasaran Digital dalam Peningkatan Penghasilan Kelompok Pengelola Gula Aren”. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa digitalisasi adalah kunci bagi produk lokal untuk naik kelas. Para peserta dilatih untuk memahami potensi pasar digital, teknik pengemasan informasi produk, serta cara memanfaatkan platform online guna memperluas jangkauan pasar hingga ke luar wilayah Kabupaten Maros. Penggunaan media sosial dalam memasarkan produk merupakan langkah yang strategis dan sangat mendukung untuk persaiangan penjualan produk.
“Desa Bonto Manurung memiliki potensi komoditas aren yang luar biasa. Melalui edukasi perhitungan HPP yang tepat dan adopsi pemasaran digital ini, kami berharap kelompok pengelola gula aren setempat tidak hanya mahir memproduksi, tetapi juga cerdas dalam mengelola manajemen keuangan dan mampu bersaing di pasar modern secara mandiri.”
(Tim Pengabdian Masyarakat FEB Universitas Muslim Maros)
Guna memastikan materi dapat diserap dengan baik, kegiatan ini juga melibatkan lima orang Mahasiswa FEB UMMA. Para mahasiswa bertugas mendampingi para peserta secara langsung (one-on-one) saat simulasi pengisian lembar kerja pencatatan keuangan serta praktik dasar penggunaan media digital untuk promosi usaha.
Dengan produk yang kamis produksi berupa gula semut, gula cair dan gula cetak sangat berhubungan aktivitas kegiatan usaha yang kami lakukan setiap harinya, sehingga Kami berharap dengan materi pelatihan ini terkait perhitungan HPP, pencatatan keuangan, dan strategi pemasaran digital yang telah diberikan dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan tata kelola usaha dan kesejahteraan ekonomi kelompok. Semoga sinergi dan silaturahmi antara FEB UMMA dan masyarakat Desa Bonto Manurung dapat terus terjalin dengan baik di masa mendatang.
(Ketua Kelompok Pengelola Gula Aren: Puti Ayu)
Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, kelompok pengelola gula aren di Desa Bonto Manurung diharapkan tidak hanya mahir secara teknis dalam memproduksi, tetapi juga mandiri dan berdaya saing tinggi dalam mengelola aspek manajerial serta pemasaran. Sinergi antara akademisi dan masyarakat ini diproyeksikan mampu mentransformasi komoditas gula aren lokal menjadi motor penggerak ekonomi utama desa yang berkelanjutan.
